Alumni FEB Unisma Malang Sukses Mengelola Batik Shalempang

Ali Imron, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (UNISMA), telah berhasil membangun karier sebagai pengusaha sukses dengan mengelola Batik Shalempang dari Sampang, Madura.

Selain sebagai wirausahawan, Ali juga berperan aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan sosial di daerahnya. Lulusan jurusan Manajemen tahun 1995 ini tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan manfaat bagi komunitasnya.

Sebagai mahasiswa, Ali Imron menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Universitas Islam Malang pada tahun 1993–1994.

Keaktifannya di dunia organisasi membentuknya menjadi pribadi yang inovatif dan memiliki jiwa kepemimpinan. Selain itu, Ali juga ikut serta dalam berbagai pelatihan dan program sosial, termasuk pendampingan psikologi perempuan korban kekerasan, pelatihan kewirausahaan, serta pengawasan penerapan perlindungan pekerja anak di Jawa Timur.

Ali memulai perjalanan kariernya setelah lulus pada tahun 1995 dengan bekerja di City Bank Surabaya. Ia melanjutkan karier di Bank BII Surabaya pada tahun 1996 sebagai konsultan, serta berperan dalam berbagai proyek pemberdayaan masyarakat dan peningkatan infrastruktur perdesaan.

Ali bekerja sebagai fasilitator program pemberdayaan dengan berbagai lembaga internasional seperti Asian Development Bank (ADB), USAID, dan International Medical Corps (IMC).

Dalam peran ini, ia memberikan penyuluhan di bidang kesehatan, kekerasan terhadap perempuan, serta pendidikan di berbagai desa di Madura.

Pada tahun 2001, Ali memutuskan untuk melanjutkan usaha keluarga dalam bidang batik. Batik Shalempang, yang terkenal dengan motif khas Madura, kini telah menjadi usaha yang berkembang pesat.

Selain mengelola produksi batik, Ali juga berperan dalam memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat dan pondok pesantren di Kabupaten Sampang. Ia turut mengembangkan usaha ini dengan menjalin kerja sama dengan berbagai kampus, untuk melibatkan mahasiswa dalam penelitian terkait batik.

Ali Imron tidak hanya sukses dalam berbisnis, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Bersama dengan berbagai perguruan tinggi seperti UGM, UBHARA, dan STESIA, ia terlibat dalam penelitian tentang tanaman Secang di Kecamatan Tambelangan dan Mangrove di Kecamatan Sreseh, Madura.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak sosial dan ekonomi tanaman tersebut bagi masyarakat setempat.

Selain itu, Ali juga aktif memberikan pelatihan membatik kepada pembatik pemula dan pondok pesantren di Sampang, serta mendampingi pondok pesantren dalam pengelolaan dan pencarian dana pembangunan. Kontribusinya ini menunjukkan komitmen Ali dalam memberdayakan masyarakat melalui keterampilan dan kewirausahaan.

Ali Imron berpesan kepada generasi muda agar selalu membahagiakan orang tua dan mengejar pendidikan yang baik. Ia mengingatkan pentingnya kemampuan untuk memecahkan masalah, memiliki sifat kepemimpinan yang bijak, bekerja dalam tim, menguasai teknologi, dan patuh pada aturan.

Menurutnya, dengan memiliki kualitas tersebut, generasi muda akan mampu mencapai kesuksesan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Sebagai alumni, Ali merasa bangga dengan perkembangan UNISMA yang semakin maju. Ia berharap kampus ini terus menjaga kualitas pendidikan dan mengembangkan aspek akademik, agama, serta kewirausahaan.

Ali berharap UNISMA dapat terus melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Ali mengingatkan kepada sesama alumni untuk tetap konsisten, berkomitmen, dan jujur dalam mengejar mimpi. "Jangan takut untuk gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan," pesannya.

Ali Imron adalah contoh nyata seorang alumni UNISMA yang berhasil berwirausaha dan memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat. Semangatnya dalam mengembangkan bisnis batik dan memberdayakan masyarakat menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi generasi muda yang ingin berkarier di dunia kewirausahaan. (*)|

Sumber : TIMESINDONESIA


Jangan Lewatkan Kabar Terbaru dari Kami!

Berita Terbaru